Bulan Ramadan 2026 telah tiba, bulan yang istimewa dan penuh keberkahan. Di siang hari, umat Islam menjalankan ibadah puasa, sementara malam harinya diisi dengan dzikir, salat tarawih, dan amalan sunnah lainnya. Setiap kebaikan yang dilakukan di bulan suci ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt.
Ramadan tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan godaan hawa nafsu serta menjauhi segala bentuk perbuatan maksiat. Ibarat sebuah mesin yang setiap hari bekerja keras, di bulan Ramadan ia beristirahat sejenak untuk membersihkan setiap bagian dari kerak yang menempel. Begitu pula dengan tubuh kita, menghentikan aktivitas makan dan minum di siang hari sebagai bentuk detoksifikasi alami, membersihkan lambung dan sistem pencernaan. Bahkan, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa berpuasa dapat menyehatkan tubuh dan menyegarkan kembali metabolisme.
Sering kali, yang paling sulit dikendalikan bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri. Lisan, emosi, maupun keinginan kita. Maka, Nabi saw. mengingatkan bahwa ketika berpuasa, hendaknya kita menjauhi rafats dan jahil menjauhi perkataan yang merendahkan, dan menjauhi sikap emosional yang tidak terkendali. Di sinilah letak esensi puasa sebagai pendidikan akhlak. Seseorang boleh saja menahan lapar dan dahaga, tetapi jika lisannya masih melukai, maka ia belum sampai pada inti dari puasa itu sendiri.
Apalagi, bulan Ramadhan juga dikenal dengan "Syahrul Quran" yang artinya bulan diturunkannya Al-quran. Kehadiran kitab suci ini bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk membimbing lisan, hati, dan perilaku kita agar senantiasa terjaga dari maksiat. Dengan berpuasa dan menghidupkan Al-Qur'an, kita sedang menjalani proses pemurnian diri secara utuh. Sebagaimana firman Allah Swt.
Pada salah satu malam di bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang sangat istimewa yakni malam Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah swt.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (QS Al-Qadr [97]: 1-5).
Keutamaan lailah al-qadr itu sangat luar biasa (hâil dlakhm). Di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk manusia untuk menjadi penjelasan dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Malam lailatul qadar memiliki keutamaan yang setara dengan seribu bulan, atau sekitar 83 tahun 4 bulan. Barang siapa yang melaksanakan ibadah pada malam itu, maka pahalanya akan dilipatgandakan melebihi ibadah selama seribu bulan. Malam ini juga ditandai dengan turunnya para malaikat, pengampunan dosa-dosa yang telah lalu, serta menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa.
Kapan sebenarnya malam yang lebih mulia dari seribu bulan itu terjadi?
Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti, karena ini adalah rahasia Allah. Namun, ketidakpastian waktu ini menyimpan hikmah yang sangat besar, yaitu mendorong umat Islam untuk terus menerus beribadah di setiap malam Ramadhan dengan penuh harap agar dapat meraih kemuliaan Lailatul qadar.
Seandainya waktunya ditentukan secara pasti, kita mungkin hanya akan menunggu dan beribadah di malam itu saja, seperti halnya shalat Jumat atau ibadah lain yang waktunya telah ditetapkan. Padahal, tanpa dipungkiri, masih banyak dari kita yang enggan melakukan ibadah yang sudah jelas waktunya, apalagi ibadah yang waktunya dirahasiakan seperti Lailatul qadar.
Meski demikian, dalam sebuah riwayat hadits, Rasulullah saw. memberikan petunjuk kepada mereka yang bersungguh-sungguh ingin meraihnya, yaitu carilah malam Lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Penulis: Muhammad Ikhsan
Editor: Endang Supriyati

0 Komentar