Definisi MAKESTA
Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) merupakan pintu pertama yang membuka jalan bagi kader, tempat awal pengkaderan formal sebelum melangkah menjadi bagian dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). MAKESTA dapat diikuti oleh seluruh pelajar selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, MAKESTA adalah ruang pembentukan jati diri anggota pelajar Nahdlatul Ulama.
MAKESTA dapat diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT). Selain itu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Cabang (PC) juga bisa menyelenggarakan pelatihan tersebut, yang nantinya disebut MAKESTA RAYA. Hal ini bisa dilaksanakan apabila anggota ranting yang masih sedikit, jadi bisa dibentuk kepanitiaan gabungan bersama ranting-ranting yang sudah aktif.
Tujuan MAKESTA
Secara umum, pelatihan ini bertujuan sebagai tahap awal dalam penguatan komitmen keanggotaan calon anggota IPNU dan IPPNU. Melalui pengenalan organisasi, diharapkan terjadi perubahan mentalitas, penanaman keyakinan, serta tumbuhnya semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap organisasi.
Adapun tujuan khusus yang dijelaskan dalam Pedoman Kaderisasi IPNU 2018 dan Pedoman Kaderisasi IPPNU 2018, sebagai berikut:
- Menumbuhkan keyakinan tentang kebenaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah sebagai ideologi keagamaan dalam dakwah islamiyah
- Memberikan pemahaman tentang NU sebagai wadah perjuangan Islam Ahlussunnah Wal jamaah di Indonesia
- Meyakinkan kepada calon anggota bahwa IPNU dan IPPNU merupakan organisasi pelajar yang tepat sebagai sarana perjuangan da‘wah Islamiyah dan pengembangan skill
- Memberikan pemahaman tentang tujun, visi, misi IPNU ataupun IPPNU serta struktur organisasi IPNU ataupun IPPNU
- Memberikan wawasan tentang kemampuan dasar organisasi
Syarat dan Kegiatan di MAKESTA
Syarat mendaftar MAKESTA cukup mudah. Peserta minimal berusia 12 tahun, sementara batas maksimalnya disesuaikan oleh setiap penyelenggara, yang umumnya menetapkan rentang usia 19 hingga 21 tahun.
Di MAKESTA, para peserta akan mendapatkan beberapa materi yang telah ditentukan sesuai buku Pedoman Kaderisasi. Terdapat 7 materi yang harus dipelajari, antara lain:
- Ke-NU-an I
- Ke-Aswaja-an I
- Ke-Indonesia-an
- Ke-IPNU IPPNU-an I
- Studi Gender I
- Keorganisasian
- Kepemimpinan I
Setiap materi disampaikan minimal selama 60 menit dan disesuaikan dengan silabus serta kisi-kisi yang tercantum dalam buku pedoman kaderisasi. Artinya, penyelenggara boleh menambah durasi materi, misalnya menjadi 90 menit, agar peserta lebih leluasa mendalami materi yang disampaikan.
Dengan tujuh materi yang harus diikuti, peserta MAKESTA wajib hadir dari awal hingga akhir, yang berarti diharuskan bermalam. Secara keseluruhan, pelaksanaan MAKESTA berlangsung minimal 13,5 jam.
MAKESTA tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menyediakan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan sebagai selingan guna menghindari kejenuhan peserta. Sebagai jenjang pengkaderan awal, kegiatan seperti permainan, ice breaking, olahraga dan lain sebagainya.
Setelah MAKESTA harus ngapain?
Proses pengkaderan tidak berhenti di MAKESTA. Peserta diwajibkan untuk mengikuti RTL (Rencana Tindak Lanjut) atau Follow Up sebagai tahap penyelesaian MAKESTA secara sempurna. Berdasarkan pedoman kaderisasi PC IPNU IPPNU Kota Semarang, RTL dapat berupa ngaji Aswaja dan ke-NU-an, diskusi ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an, pelibatan kader dalam kegiatan organisasi, serta pembinaan keorganisasian dasar. RTL dilaksanakan minimal dua kali kegiatan. Keikutsertaan RTL juga menjadi syarat kelulusan peserta dan untuk mendapatkan sertifikat MAKESTA. Sertifikat ini memiliki banyak manfaat ke depan, terutama untuk melanjutkan pengkaderan selanjutnya seperti LAKMUD dan LAKUT.
Jenjang Pengkaderan IPNU IPPNU
MAKESTA merupakan jenjang pengkaderan awal yang menjadi fondasi utama bagi setiap kader yang hendak memasuki dan berkiprah dalam organisasi IPNU dan IPPNU. Setelah menyelesaikan tahap ini, para kader akan melanjutkan ke jenjang pengkaderan berikutnya, yaitu Latihan Kader Muda (LAKMUD), yang dirancang untuk mengasah kapasitas kepemimpinan dan manajerial. Sebagai tahap lanjutan, terdapat pula Latihan Kader Utama (LAKUT) yang merupakan jenjang pengkaderan tertinggi, di mana kader dibekali dengan wawasan strategis dan kemampuan mengambil keputusan dalam skala organisasi yang lebih luas.
Belajar, Berjuang, Bertaqwa
0 Komentar