Duta Pelajar NU UIN Walisongo, Wujudkan Eksistensi Pelajar NU yang Berkarakter di Perguruan Tinggi

Di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi yang serba cepat, pelajar NU dituntut tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan tetapi juga kokoh dalam berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Oleh karena itu, berbagai program inovatif perlu terus digalakkan untuk membentuk pribadi-pribadi muda yang berakhlak, moderat, dan siap berkontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Walisongo Semarang menggelar Pemilihan Duta Pelajar NU pada hari Jumat (22/5/2026) di Aula Gedung Q FUHUM UIN Walisongo Semarang.  Dengan mengusung tema “Muda, Moderat, Bermanfaat: Aktualisasi Nilai-Nilai Aswaja dalam Membentuk Pelajar Inspiratif”, kegiatan ini menjadi ruang pengembangan karakter pelajar NU yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. 

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai fakultas di UIN Walisongo Semarang yang telah mengikuti jenjang pengkaderan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota). Tujuan Duta Pelajar NU ini adalah sebagai bentuk representasi bahwa IPNU-IPPNU hadir di kampus. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pemanfaatan era digital bagi pelajar NU untuk tetap berkembang dan berprestasi dengan tetap memegang teguh prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. 

Ketua PK IPPNU UIN Walisongo, Tisya Ayu Alifia, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian penting dari proses kaderisasi. "Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah kaderisasi dan penguatan ideologi Aswaja bagi mahasiswa. Pelajar NU harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat moderasi Islam di perguruan tinggi" tegas Ketua PK IPPNU UIN Walisongo. 

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi IPPNU UIN Walisongo Semarang, Siti Nur Saidah, menambahkan bahwa duta pelajar NU yang terpilih nantinya akan menjadi ujung tombak dalam penyebaran nilai-nilai Aswaja di lingkungan kampus. “Kami ingin duta yang terpilih tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu mengomunikasikan nilai-nilai Aswaja secara santun dan moderat, baik di lingkungan kampus maupun melalui media sosial,” kata Saidah

Rangkaian kegiatan diisi dengan agenda edukatif, yaitu seminar mengenai kedutaan oleh Fat Maulana (Award Kampus Ambassador UIN Walisongo), tes wawasan ke-NU-an, tes analisis konflik, hingga unjuk bakat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata aktualisasi nilai Aswaja di kalangan generasi muda. 

Dalam kegiatan ini terpilih tiga orang, yaitu Muhammad Amar Akbarudin sebagai pemenang (winner), serta dua orang runner-up, yakni Aini Maftukhah dan Rahma Agistina. Dengan terpilihnya mereka, kami berharap muncul inspirasi baru bagi generasi muda untuk terus berkarya. Duta yang terpilih dapat menjadi representasi pelajar NU di lingkungan kampus UIN Walisongo Semarang yang aktif dalam menyebarkan konten-konten positif melalui media sosial maupun secara langsung.

Penulis: Siti Nur Saidah


Posting Komentar

0 Komentar