Dalam struktur kaderisasi formal IPNU IPPNU, LAKUT (Latihan Kader Utama) bukan sekadar jenjang pelatihan yang bisa diikuti secara instan, melainkan puncak dari sebuah proses pengkaderan yang berjenjang.
Sebelum melangkah ke tahap akhir ini, seorang kader wajib melewati dua fase tahapan yaitu Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) sebagai pintu masuk penanaman komitmen berorganisasi, serta Latihan Kader Muda (LAKMUD) sebagai sarana pembentukan kapasitas kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.
Definisi LAKUT
LAKUT (Latihan Kader Utama) adalah jenjang pengkaderan formal tertinggi dalam sistem kaderisasi IPNU dan IPPNU. Jika MAKESTA berfokus pada penanaman ideologi dasar dan LAKMUD pada keterampilan teknis kepemimpinan, LAKUT berfokus pada pembentukan kapasitas tingkat lanjut. Pelatihan ini bertujuan mencetak pemimpin strategis yang mampu merumuskan arah gerak organisasi, memahami isu-isu global dan nasional, serta memiliki kematangan ideologis dan intelektual.
Di jenjang ini, peserta tidak lagi dididik sekadar untuk mengelola kegiatan, melainkan dilatih menjadi pemikir strategis (think tank), konseptor organisasi, dan analis sosial yang siap mengawal ideologi Aswaja An-Nahdliyah di ranah cabang maupun wilayah.
Kegiatan LAKUT dapat diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) atau Pimpinan Cabang (PC) yang ditunjuk dan mendapatkan rekomendasi dari PW. Jika tidak memungkinkan atau memenuhi persyaratan, maka akan diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat (PP).
Tujuan LAKUT
Secara umum Lakut bertujuan untuk membentuk kader pemimpin yang memiliki kedalaman ideologis dan mampu mengejawantahkan ideologi ahlussunnah wal jamaah dalam pergumulan sosio-politik, sosio-budaya, dan sosio-ekonomi.
Sedangkan secara khusus, LAKUT diselenggarakan guna:
- Membentuk kader yang memahami Aswaja, ke-NU-an dan ke-IPNU/IPPNU-an dalam konstalasi pertarungan ideologis
- Membentuk kader yang dapat menguasai konsep Aswaja sebagai ideologi gerakan pelajar dan gerakan sosial
- Mempunyai kepekaan yang tinggi dan kemampuan yang memadai dalam penyelesaian persoalan sosial.
- Mampu membaca dan mengidentifikasi ruang gerak dirinya saat ini dan masa yang akan datang
- Mewujudkan kader IPNU atau IPPNU yang siap berkontribusi terhadap NU dan NKRI
Persyaratan mengikuti LAKUT
- Pernah mengikuti LAKMUD dibuktikan dengan sertifikat
- Berusia minimal 19 Tahun (Mahasiswa semester 2).
- Pernah menjadi ketua panitia dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh IPNU atau IPPNU
- Pernah mengikuti follow up LAKMUD minimal 3 kali
- Membuat karya tulis berbentuk essay dengan tema yang ditentukan panitia penyelenggara
- Telah membaca dengan matang pemikiran KH Hasyim Asy‘ari terutama tentang kitab risalah ahlusunnah wal jamaah dan Qonun Asasi NU
- Utusan dari PAC, PC atau PW
- Jumlah kepesertaan LAKUT maksimal 30 orang / per kelas
Materi LAKUT
Di LAKUT materi lebih kompleks dan lebih luas lagi dibandingkan LAKMUD, diantaranya:
- Aswaja III
- Ke-NU-an III
- Ke-IPNU IPPNU-an III
- Ke-Indonesia-an III
- Studi Gender III
- Advokasi Kebijakan Publik
- Studi Ideologi Dunia
- Peta Gerakan Islam di Indonesia
- Demokrasi dan Civil Society
- Analisis dan Gerakan Sosial
- Manajemen Keuangan
- Manajemen Program
- Metode Pengorganisasian dan Media Dakwah Pelajar
Setiap materi diatas wajib disampaikan minimal 120 menit (2 jam). Adapun kegiatan LAKUT dilaksanakan dengan minimal 35,5 jam (4 hari 3 malam) dan harus bermalam.
Karena tidak semua materi akan disampaikan secara langsung, pasti butuh waktu istirahat, makan dan sholat. Selain materi, akan ada sesi diskusi tiap beberapa materi sehingga peserta tidak hanya mendengarkan tapi juga memahami isi materi tersebut.
Follow Up Pasca LAKUT
Sama halnya dengan LAKMUD, setelah pelaksanaan LAKUT para peserta diharuskan untuk mengikuti Follow Up atau Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dilaksanakan minimal 5 kali. RTL ini terdiri dari 3 unsur pokok, penguatan ideologi, pengembangan organisasi dan perluasan wawasan.
"Perangkat seorang pemimpin adalah keluasan dada" - Ali bin Abi Thalib
0 Komentar